Archive for the ‘Rotty’ Category

Fairness and integrity (part 1)

Posted on December 8th, 2009 in Rotty, Uncategorized, family, personal | 2 Comments »

Live so that when your children think of fairness and integrity, they think of you (H. Jackson Brown Jr.)

Saya dapat kutipan itu dari twitter hari ini. Habis membaca kutipan tersebut saya mencoba melihat diri sendiri apakah saya bisa jadi contoh ‘fairness and integrity’ untuk anak-anak saya? Berat ya!

Lalu saya mencoba melihat, apakah orangtua saya memberikan contoh itu kepada saya di masa muda saya? Dan jawabannya adalah YA. Ada satu kejadian waktu saya masih SMA (yang masih membekas hingga hari ini) dimana ibu saya memberikan contoh kepada saya apa yang namanya ‘fairness‘.

Jadi waktu saya SMA pernah suatu kali ibu dan saya pergi ke kantor Catatan Sipil JakPus untuk mengurus akte kelahiran (saya lupa persisnya, tapi kalau tidak salah ada hubungannya dengan pemutihan akte kelahiran). Di kantor itu sudah banyak orang yang mengantri di depan meja petugas. Jadi waktu kami datang, kami harus meletakkan akte kelahiran yang mau diproses di tumpukan akte yang sudah ada loket.

Meletakkan berkas juga tidak di atas tumpukan, tetapi harus di bagian paling bawah tumpukan berkas. Petugasnya nanti akan mulai memproses berkas yang di tumpukan paling atas; biar adil ‘kan.

Entah bagaimana, petugasnya tiba-tiba mengambil berkas kami padahal di depan kami masih ada orang yang seharusnya dilayani lebih dahulu. Waktu petugas memanggil nama kami, ibu saya memberitahukan kalau orang di depan kami harus dilayani lebih dahulu, biar kami yang belakangan. Ibu saya juga memberi komentar ke sang petugas kalau “tidak fair dong kalau kami dilayani duluan”. Saya ingat sang petugas agak terbengong mendengar komentar ibu saya, lalu dia memproses berkas orang yang di depan kami.

Setelah urusan kami selesai, saya protes dengan agak marah, kenapa “mama nggak terima aja dilayani duluan; ‘kan kita tidak menyelak? Si petugas yang memilih untuk melayani kita duluan kan?” Dan jawaban ibu waktu itu: “karena itu tidak fair! Itu adalah haknya orang yang di depan kita untuk dilayani duluan, karena dia lebih dulu antri di loket sebelum kita!”

Saya tidak terima penjelasan itu pada saat itu. Tapi setelah beberapa tahun (nggak sebentar lho!) saya menyadari bahwa ibu saya percaya bahwa dengan berlaku adil (fair) tidak selalu akan menguntungkan diri kita, tetapi itu kita harus tetap berlaku adil (fair) ke orang lain. Dan ibu tidak mengajarkannya dengan ceramah, tapi dengan menjalaninya dan memberti contoh pada saya.

Pelajaran itu membekas sampai hari ini. Sejujurnya sich, ibu saya sendiri tidak merasa sedang mengajari saya; yang dilakukannya pada saat itu hanyalah bersikap konsisten dengan apa yang dia percaya. Ibu sendiri sudah tidak ingat dan agak kaget waktu belakangan saya ceritakan kembali insiden itu :-)


Tags: , , ,

Bisa belajar di cafe Oh-la-la?

Posted on March 27th, 2008 in Rotty, family | 4 Comments »

Malam tadi sebagai hadiah untuk Orin karena mau berusaha mencari guru bahasa Mandarin di sekolah dan mau belajar sendiri di rumah selama Ani pergi ke tempat terapinya Ruben, Ani mengusulkan ajak Orin makan di cafe Oh-la-la Bintaro sambil review pelajaran Matematika dan bahasa Inggris yang sudah dia pelajari.

Iya, bener! Belajar di cafe Oh-la-la :-)

Sebenarnya kita udah tahu hasilnya… susah dong untuk anak SD belajar di cafe yang banyak orang dan musiknya agak kera. Malah waitress yang mengantarkan makanan kami sampai bertanya, “Memangnya bisa belajar di tempat seperti ini?” hehehe…

Memang sich, Orin nggak optimal belajarnya dengan distraksi yang begitu banyak. Tapi ini kan cuma review pelajaran yang sudah dia pelajari di rumah, jadi masih lumayan lah.

Tapi Orin sangat menikmati kesempatan ini; apalagi karena Ruben sedang menginap di rumah nininya, jadi hanya kita bertiga di rumah.


Tags: , ,

Ruben’s “guardian angels”

Posted on January 22nd, 2008 in Rotty, autisme, family | No Comments »

Minggu lalu (minggu ketiga bulan Januari 08) ada pertemuan antara kita, orang tuanya Ruben, dengan mbak Ita (dari Mandiga) dan pihak sekolah untuk evaluasi perkembangan Ruben di sekolah. Ruangannya mbak Ita jadi sempit karena yang ikut pertemuan ada 6 orang, dan saya satu-satunya cowok :-)
Selama pertemuan yang berlangsung heboh (pastilah, ada lima orang ibu-ibu ngobrol!) dan seru DAN tentunya bermanfaat itu, saya lebih banyak diam jadi pendengar yang baik. Saya sudah lupa apa saja hasil pertemuan, tapi kesimpulannya antara lain begini:

  • harus KONSISTEN dan (kadang-kadang perlu) TEGA dalam mengajar dan menghadapi Ruben;
  • meski konsisten dan tega, nggak berarti pakai cara yang kasar atau dengan nada suara yang keras/marah-marah. Harus pakai strategi. Perbanyak metode menahan atau mengambil sesuatu yang sangat dia sukai kalau Ruben tidak mau melakukan tugasnya (”kalau tidak mau beres-beres setelah main, tidak akan diberikan kertas untuk menggambar“);
  • perhatikan

Ditengah-tengah pertemuan itu, sambil mendengarkan DAN mengamati kelakuan ibu-ibu yang heboh itu, tiba-tiba muncul pikiran di otak saya: “Our son will be fine. These ladies are guardian angels sent by God to protect, care and help Ruben.”

So, to all Ruben’s guardian angels (you know who you are), if you are reading this, God bless you.


Tags: , ,

Ulang tahun Ruben

Posted on June 8th, 2007 in Rotty, family | 2 Comments »

Kue ulang tahun RubenAwal Juni kemarin Ruben ultah ke 7 dan kita rayakan dengan keluarga dekat aja. Tapi meskipun cuma dengan keluarga dekat, tapi yang datang banyak juga; ada 30 orang deh. Rumah kita cukup rame jadinya.

Apa ya yang menarik dengan perayaan ulang tahun anak kecil? Mestinya biasa aja… setiap perayaan ulangtahun anak biasanya ceritanya sama; anaknya happy, semua bergembira, dapat kado, tiup lilin dan potong kue… iya kan?

Kalau Ruben agak lain. Kelihatannya perayaan ulangtahun ini agak overwhelming untuk dia. Ngerti juga sich; hari itu saudara-saudara datang, dia jadi pusat perhatian, dia dapat kado-kado yang bagus… pokoknya jadi raja!

Masalahnya (mungkin) semua perhatian ini malah jadi terlalu besar untuk dia. Udah gitu dia maunya main dengan kado-kado yang bagus itu. Itu pasti lebih menarik untuk dia daripada kumpul dan ngobrol/main dengan saudara-saudaranya. Bersosialisasi itu bukan hal yang gampang untuk Ruben; bukan untuk Ruben aja sich, tapi untuk kebanyakan (semua?) anak autistik!

Ruben dan kue ultahJadi, Ruben mau main dengan mainan barunya, tapi dilarang sama ortunya karena harus tiup lilin dan potong kue… marahlah dia! Dipanggil-panggil, nggak mau datang; malah lari keluar. Sampai di halaman, dia balik lagi terus masuk kamar. Kita bujuk untuk keluar malah marah dan nangis (nggak sampai tantrum sich; dia udah lewatin fase itu). Akhirnya kita tinggalin dia dulu di kamar, terus kita semua mulai acara tiup lilin tanpa si birthday boy.

Ruben potong kueSetelah dia dengar kita nyanyi lagu Selamat Ulang Tahun baru dia mulai keluar sambil malu-malu dan ikut nyanyi. Setelah mulai menyanyi ngambeknya hilang dan dia ikut nyanyi dan akhirnya mau potong kue ultahnya dibantu mamanya. Abis potong kue, mamanya minta dia kasih potongan pertma ke kakaknya, Orin. Setelah itu baru dibagi-bagi ke tamu-tamu lain. And he became the happy birthday boy once again.

Oh ya, kue ulangtahunnya enak lho!


Tags: ,

Blog ini mau kemana?

Posted on May 29th, 2007 in Rotty, general | 1 Comment »

Lagi bingung nich!

Dari minggu lalu terpikir terus mau dibawa ke mana blog ini; apa yang sebenarnya mau ditulis di sini. Sampai sekarang sich ini yang terpikir:

    1. nulis mengenai pengalaman-pengalaman dan kesan-kesan kehidupan keluarga dimana salah satu anggota keluarga kita adalah penyandang autisme.
    2. nulis pengalaman, kesan-kesan dan informasi (kalau ada) sewaktu browsing Net setiap hari; baik dari rumah maupun dari kantor.
    3. nulis pengalaman-pengalaman sebagai helpdesk section & trainer di kantor.
    4. nulis mengenai pemakaian, troubleshooting MS Office 2003.

    Buat point 1 dan 3 takutnya ada cerita-cerita yang seharusnya sifatnya sensitif nggak sengaja dibuka di blog ini. Masalahnya pernah denger (atau baca?) istilah ‘once your content is on the Net, consider it public and virtually impossible to delete

      Tapi kalau nulis point 2 & 4, kok nggak cocok dengan ‘Breadcrumbs: remah-remah keluarga Rotty’. Kedua point itu kan nggak berhubungan dengan keluarga Rotty, iya nggak?

      Jadi gimana? Ada tanggapan atau feedback?  Tolong tulis komentar anda kalau ada. Ditunggu ya…


      Tags: ,