Ruben ke gereja
Posted on December 11th, 2008 in autisme, family | Comments Off
[Note: ini post di Facebook tgl. 13 Okt. 2008]
Tadi pagi ajak Ruben ikut kebaktian anak di gereja GKI Pd. Indah. Secara umum dia bisa duduk tenang, meskipun dia nggak bisa ikutin apa aja yang terjadi selama kebaktian. Ruben itu memang musical ya; saat menyanyikan lagu, meskipun dia nggak tau lagunya tapi otomatis badannya goyang-goyang ikut irama lagu… lucu juga.
Tapi yang paling seru selama kebaktian ada dua kali. Pertama waktu dia terpesona liat ibu penatua yang bawain kantong kolekte. Ibu ini rambutnya disasak tinggi DAN Ruben nggak tahan lihat rambut itu. Dia bilang ke gue “aku mau say hello” dan matanya terus-terusan liat ke ibu itu. Akhirnya gue kasih ijin “Ok, kamu say hello, setelah itu kamu kembali lagi duduk di sini ya!” Maka berangkatlah dia nyusulin ibu penatua yang lagi mengedarkan kantong kolekte. Lalu dari belakang dia tarik tangannya, terus dia ajak salaman. Si ibu (dan beberapa jemaat yang duduk dekat situ) kaget sambil senyum lucu (pastilah; mana ada anak kecil yang berani datangin orang tua terus ajak salaman ‘kan?). Eh, abis salaman si Ruben langsung pegang rambut si ibu sambil senyum-senyum seneng… waduuh! Makin banyak deh jemaat yang ketawa liat begitu. Langsung gue panggil si Ruben suruh dia balik.
Terus di ujung kebaktian Ruben udah mulai bosen nich. Eh, tau-tau di tengah-tengah doa syafaat dia teriak “Stop praying! Aku mau beli mainaaannn!”
(untung nggak keras, soalnya gue tanya temen yg ikut kebaktian juga apakah denger teriakannya Ruben, katanya sich nggak).
Gue rasa ini pengalaman baru juga buat anak-anak sekolah minggu dan beberapa guru-guru sekolah minggu yang duduk di dekat Ruben. Mereka liat langsung anak autis ‘in action’ hehehe… Dan gue rasa juga untuk jemaat di GKI, pasti ada yg kaget-kaget liat ulahnya Ruben.
TAPI waktu saat saling memberi salam damai, Ruben udah paling top deh! Cuma dia anak kecil yang paling mau datangin orang-orang dewasa untuk salaman dengan senyumannya yang nggak nahanin itu lho! Malahan ada seorang anak—yang lebih tua—yang ditarik-tarik tangannya sama Ruben, diajak salaman.
Ya, saudara-saudara, anak gue normal kok; cuma beda aja sama anak-anak lain
And I’m very proud of him, karena setahun yang lalu belum tentu dia bisa tahan duduk 1.5 jam tanpa lari-lari; padahal lagi mengikuti sesuatu yang belum tentu dia ngerti (dengerin khotbah udah pasti dia nggak ngerti). Dan itu udah merupakan kemajuan besar untuk Ruben, thank God.
Tags: autisme, family