Ini sisa cerita waktu di Expo Peduli Autisme 2008 tgl. 26 April lalu. Mandiga buka booth juga untuk Sibling Club. Di booth itu mbak Unie memberikan informasi mengenai sibling workshop yang dibuat oleh Mandiga. Terus di belakang booth Sibling Club dipamerkan beberapa gambar dari para kakak-adik anak-anak autistik. Salah satu gambar yang dipamerkan adalah buatan Orin.

Poster Orin, thumbnailDi situ dia menulis “Kenapa autism dapat sekolah enak?” dan untuk buktinya ada gambar sekolahnya Ruben (autism) yang punya kolam renang, sementara sekolahnya Orin tidak ada kolam renang.

Lama saya liatin gambar itu; terharu karena itu memang perasaannya Orin. Para siblings dari anak-anak autistik sering mengalami perasaan tidak diperlakukan adil karena hampir semua perhatian terpusat pada saudaranya yang autis. Saya jadi ingat di Time online pernah ada artikel mengenai permasalahannya kakak/adik dari anak-anak autis. Di situ ditulis bahwa “…But for families with autistic and typical siblings, “not fair” is the reality, when it comes to one child being treated differently from the other…” Lalu ada pengakuan salah satu orang tua kalau “…you have to basically accept that you are going to have moments when you feel you have cheated your other children, and those moments are awful.”

And, yes, it felt awful when I was looking at Orin’s picture; and I feel a lump in my throat as I type this story!


Tags: ,