Minggu lalu (minggu ketiga bulan Januari 08) ada pertemuan antara kita, orang tuanya Ruben, dengan mbak Ita (dari Mandiga) dan pihak sekolah untuk evaluasi perkembangan Ruben di sekolah. Ruangannya mbak Ita jadi sempit karena yang ikut pertemuan ada 6 orang, dan saya satu-satunya cowok ![]()
Selama pertemuan yang berlangsung heboh (pastilah, ada lima orang ibu-ibu ngobrol!) dan seru DAN tentunya bermanfaat itu, saya lebih banyak diam jadi pendengar yang baik. Saya sudah lupa apa saja hasil pertemuan, tapi kesimpulannya antara lain begini:
- harus KONSISTEN dan (kadang-kadang perlu) TEGA dalam mengajar dan menghadapi Ruben;
- meski konsisten dan tega, nggak berarti pakai cara yang kasar atau dengan nada suara yang keras/marah-marah. Harus pakai strategi. Perbanyak metode menahan atau mengambil sesuatu yang sangat dia sukai kalau Ruben tidak mau melakukan tugasnya (”kalau tidak mau beres-beres setelah main, tidak akan diberikan kertas untuk menggambar“);
- perhatikan
Ditengah-tengah pertemuan itu, sambil mendengarkan DAN mengamati kelakuan ibu-ibu yang heboh itu, tiba-tiba muncul pikiran di otak saya: “Our son will be fine. These ladies are guardian angels sent by God to protect, care and help Ruben.”
So, to all Ruben’s guardian angels (you know who you are), if you are reading this, God bless you.
Tags: Rotty, autisme, family

Recent Comments